CARA MENGGUNAKAN MASKER YANG BAIK DAN BENAR
Sisi Berwarna Hijau atau Putih, Bagaimana Cara Pakai Masker Yang Benar?
14April 2020 |Dhimas Briliant
Panduan cara pakai masker yang benar yang dianjurkan
Saat seseorang sedang sakit, seperti flu, pilek, atau batuk, umumnya mereka akan menggunakan masker. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit dari penderita ke orang sehat di sekitarnya.
Masker yang biasa digunakan banyak orang untuk mencegah penyebaran penyakit memiliki dua sisi berbeda, yakni sisi berwarna biru atau hijau dan sisi berwarna putih. Namun sudah tahukah Anda bagaimana cara pakai masker yang benar?
Kapan sebaiknya harus menggunakan masker hidung?
Masker hidung adalah benda yang digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit. Masker ini dilengkapi dengan tali atau karet, berbentuk longgar, serta melindungi area hidung dan mulut.
Sebenarnya, penggunaan masker hidung hanya disarankan saat Anda sedang flu, batuk, atau terjangkit jenis penyakit lainnya. Masker ini mampu mencegah Anda menyebarkan tetesan air liur atau ingus ke udara yang mungkin saja mengandung kuman.
Masker hidung juga dapat melindungi dari percikan cairan tubuh orang lain ketika batuk dan bersin sehingga Anda tidak turut tertular penyakit.
Selain itu, masker juga harus digunakan pada:
Orang-orang yang sedang sakit infeksi pernapasan. Misalnya, flu, pneumonia, bronkitis, tuberkulosis (TBC), dan lain-lain.
Orang yang merawat pasien dengan infeksi pernapasan.
Orang yang mengunjungi rumah sakit atau klinik, termasuk dokter, perawat, dan ahli medis yang bekerja di sana.
Pekerja yang menangani makanan.
Petugas transportasi umum.
Selain masker hidung, jenis masker ini biasa dikenal dengan masker operasi, masker prosedur, atau masker medis.
Cara memilih masker medis yang tepat
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih masker medis yang tepat, yakni:
Pilihlah jenis masker atau masker bedah yang berfungsi melindungi dari mikroorganisme, cairan tubuh, dan partikel berukuran besar di udara.
Menutup area hidung dan mulut.
Terbuat dari material lembut dan nyaman digunakan.
Umumnya dikemas dalam sebuah kotak yang berisi masker sekali pakai.
Mitos mengenai cara pakai masker bisa dibolak-balik
Banyak orang Indonesia yang menggunakan masker dengan cara dibolak-balik. Saat sedang flu, bagian masker yang berwarna putih bisa digunakan di dalam. Hal tersebut diyakini dapat menyaring mikroorganisme agar tidak menyebar keluar dan menulari orang lain.
Sedangkan, jika tidak sedang flu, bagian berwarna putih bisa digunakan di luar dengan anggapan untuk menyaring mikroorganisme dari lingkungan luar agar tidak masuk ke dalam. Lantas, benarkah demikian?
Jawabannya adalah mitos. Dalam kondisi sedang sakit atau sehat, cara pakai masker yang benar adalah sisi berwarna biru atau hijau harus digunakan di luar dan sisi berwarna putih berada di dalam.
Sisi masker berwarna putih bersifat sebagai penyaring. Ketika Anda sedang pilek, flu, atau batuk, sisi berwarna putih berfungsi mencegah penyebaran virus atau bakteri penyebab penyakit. Namun saat Anda tidak sedang sakit, sisi berwarna putih akan melindungi diri Anda dari paparan mikroorganisme yang berasal dari luar.
Selain itu, sisi berwarna putih terbuat dari material-material yang dapat menyerap. Ini bertujuan untuk mengatasi rasa tidak nyaman dan lembap saat bernapas menggunakan masker.
Sebaliknya, sisi masker berwarna hijau tidak terbuat dari material yang dapat menyerap, sehingga jika Anda menggunakannya di dalam maka dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat bernapas.
VIDEO: Mitos atau Fakta? Masker Sisi Hijau Kalau Sakit, Sisi Putih Kalau Sehat
Ketahui cara pakai masker yang benar
Meski kelihatannya mudah, cara pakai masker tidak boleh sembarangan. Berikut adalah panduan cara pakai masker yang benar yang direkomendasikan:
Pastikan ukuran masker hidung cocok dengan wajah Anda, tidak kebesaran ataupun kekecilan.
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand san
14April 2020 |Dhimas Briliant
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Panduan cara pakai masker yang benar yang dianjurkan
Saat seseorang sedang sakit, seperti flu, pilek, atau batuk, umumnya mereka akan menggunakan masker. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit dari penderita ke orang sehat di sekitarnya.
Masker yang biasa digunakan banyak orang untuk mencegah penyebaran penyakit memiliki dua sisi berbeda, yakni sisi berwarna biru atau hijau dan sisi berwarna putih. Namun sudah tahukah Anda bagaimana cara pakai masker yang benar?
Kapan sebaiknya harus menggunakan masker hidung?
Masker hidung adalah benda yang digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit. Masker ini dilengkapi dengan tali atau karet, berbentuk longgar, serta melindungi area hidung dan mulut.
Sebenarnya, penggunaan masker hidung hanya disarankan saat Anda sedang flu, batuk, atau terjangkit jenis penyakit lainnya. Masker ini mampu mencegah Anda menyebarkan tetesan air liur atau ingus ke udara yang mungkin saja mengandung kuman.
Masker hidung juga dapat melindungi dari percikan cairan tubuh orang lain ketika batuk dan bersin sehingga Anda tidak turut tertular penyakit.
Selain itu, masker juga harus digunakan pada:
Orang-orang yang sedang sakit infeksi pernapasan. Misalnya, flu, pneumonia, bronkitis, tuberkulosis (TBC), dan lain-lain.
Orang yang merawat pasien dengan infeksi pernapasan.
Orang yang mengunjungi rumah sakit atau klinik, termasuk dokter, perawat, dan ahli medis yang bekerja di sana.
Pekerja yang menangani makanan.
Petugas transportasi umum.
Selain masker hidung, jenis masker ini biasa dikenal dengan masker operasi, masker prosedur, atau masker medis.
Cara memilih masker medis yang tepat
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih masker medis yang tepat, yakni:
Pilihlah jenis masker atau masker bedah yang berfungsi melindungi dari mikroorganisme, cairan tubuh, dan partikel berukuran besar di udara.
Menutup area hidung dan mulut.
Terbuat dari material lembut dan nyaman digunakan.
Umumnya dikemas dalam sebuah kotak yang berisi masker sekali pakai.
Mitos mengenai cara pakai masker bisa dibolak-balik
Banyak orang Indonesia yang menggunakan masker dengan cara dibolak-balik. Saat sedang flu, bagian masker yang berwarna putih bisa digunakan di dalam. Hal tersebut diyakini dapat menyaring mikroorganisme agar tidak menyebar keluar dan menulari orang lain.
Sedangkan, jika tidak sedang flu, bagian berwarna putih bisa digunakan di luar dengan anggapan untuk menyaring mikroorganisme dari lingkungan luar agar tidak masuk ke dalam. Lantas, benarkah demikian?
Jawabannya adalah mitos. Dalam kondisi sedang sakit atau sehat, cara pakai masker yang benar adalah sisi berwarna biru atau hijau harus digunakan di luar dan sisi berwarna putih berada di dalam.
Sisi masker berwarna putih bersifat sebagai penyaring. Ketika Anda sedang pilek, flu, atau batuk, sisi berwarna putih berfungsi mencegah penyebaran virus atau bakteri penyebab penyakit. Namun saat Anda tidak sedang sakit, sisi berwarna putih akan melindungi diri Anda dari paparan mikroorganisme yang berasal dari luar.
Selain itu, sisi berwarna putih terbuat dari material-material yang dapat menyerap. Ini bertujuan untuk mengatasi rasa tidak nyaman dan lembap saat bernapas menggunakan masker.
Sebaliknya, sisi masker berwarna hijau tidak terbuat dari material yang dapat menyerap, sehingga jika Anda menggunakannya di dalam maka dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat bernapas.
VIDEO: Mitos atau Fakta? Masker Sisi Hijau Kalau Sakit, Sisi Putih Kalau Sehat
Ketahui cara pakai masker yang benar
Meski kelihatannya mudah, cara pakai masker tidak boleh sembarangan. Berikut adalah panduan cara pakai masker yang benar yang direkomendasikan:
Pastikan ukuran masker hidung cocok dengan wajah Anda, tidak kebesaran ataupun kekecilan.
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand san
Apa iya
BalasHapusY sii..,temenan ap ora..
BalasHapusHuwoyy jawab woyy
BalasHapusTememan yoh
BalasHapusBagus, posting terus agar blog semakin menarik
BalasHapus